Jumat, 25 Juli 2014

e-Learning





E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet, atau media jaringan computer lain (Hartley, 2001). Sedangkan didalam (Glossary, 2001)E-Learning  adalah sistem pendidikan  yang menggunakan  aplikasi elektronik untuk  mendukung   belajar  mengajar  dengan  media  internet,  jaringan  computer, maupun computer standalone. Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa e-learning adalah proses pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan bantuan media internet.
 
Dilihat dari manfaatnya ada tiga fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (Classroom instruction), yaitu sebagai suplemen yang sifatnya pilihan / optional, pelengkap (komplemen), atau pengganti (substitusi) (Siahaan, 2002).
a.        Suplemen
Dikatakan berfungsi sebagai supplemen (tambahan), apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban / keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik.   Sekalipun  sifatnya  opsional,  peserta  didik  yang memanfaatkannya   tentu   akan   memiliki   tambahan   pengetahuan   atau wawasan.
b.        Komplemen (Tambahan)
Dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelangkap) apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melangkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas (Lewis, 2002). Sebagai Komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan utnuk menjadi materi reinforcement (pengayaan) atau remedial bagi peserta didik di    dalam    mengikuti    kegiatan    pembelajaran    konvensional.    Materi pembelajaran elektronik dikatakan sebagai enrichment, apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai / memahami materi pelajaran   yang   disampaikan   guru   secara   tatap   muka   (fast   leaners) diberikan  kesempatan  untuk  mengakses  materi  pembelajaran  elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Tujuannya agar semakin memantapkan  tingkat penguasaan  peserta didik terhadap  materi pelajaran yang disajikan guru didalam kelas. Dikatakan sebagai program remedial,   apabila   kepada   peserta   didik   yang   mengalami   kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan guru secara tatap muka di kelas (Slow learners) diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka.
c.         Pengganti (Substitusi)
Beberapa perguruan tinggi di Negara-negara  maju memberikan  beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran / perkuliahan kepada para mahasiswanya. Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari mahasiswa.
 
Setiap inovasi tentu tidak terlepas dari kelebihan dan kerungan, begitupun mengenai pembelajaran e-learning tersbut

Kelebihan
Keuntungan menggunakan E-Learning adalah sebagai berikut :
  1. Menghemat waktu proses belajar mengajar.
  2. Mengurangi biaya perjalanan.
  3. Menghemat  biaya  pendidikan  secara  keseluruhan  (infrastruktur,  peralatan, buku-buku).
  4. Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.
  5. e. Melatih pembelajaran lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
Kekurangan
Pemanfaatan  internet  untuk  pembelajaran  atau  e-learning  juga  tidak  terlepas  dari berbagai kekurangan. Berbagai keritik (Bullen,2001 dan Beam,1997), antara lain :
a.        Kurangnya  interaksi  antara  guru  dan  siswa  atau bahkan  antar  siswa  itu sendiri.
b.        Kecenderungan   mengabaikan   aspek  akademik   atau  aspek  social  dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis / komersial.
c.         Proses belajar dan mengajarnya cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.
d.        Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran menggunakan ICT.
e.        Siswa  yang  tidak  mempunyai  motivasi  belajar  yang  tinggi  cenderung gagal.
f.          tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
g.        kurangnya tenaga yang mengtahui dan memiliki keterampilan internet.
h.        kurangnya penguasaan bahasa komputer.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar